Senin, 18 Agustus 2014

Baut Bermasalah, BMW "Recall" Ratusan Ribu Mobil

Shanghai, KompasOtomotif - Bayerische Motoren Werke (BMW) AG sedang tersandung masalah di China. Merek mobil premium asal Jerman ini melakukan kampanye perbaikan massal (recall) terhadap 232.098 unit kendaraan di China gara-gara desain baut yang tidak sempurna.

Menurut Lembaga Pengawas Kualitas, Inspeksi, dan Karantina di China, jika diurai ada 138.534 unit produk impor dan 93.564 unit produk gabungan dengan mitra lokal, dicurigai bermasalah. Meski masalahnya tidak terlalu mengkhawatirkan, tapi recall ini menjadi terbesar yang pernah dialami BMW di China. 

Masalah terjadi pada baut yang berada di salah satu bagian mesin yang berpotensi kendur atau lepas dengan sendirinya. Dalam kondisi terburuk, mesin bisa rusak atau tidak bisa hidup ketika mau distarter.

Bernhard Santer, juru bicara BMW mengatakan, akan melakukan pemeriksaan di negara lain melihat apakah masalah ini terjadi di kawasan lain.

"Call Center" Honda Sepeda Motor Terbaik

Jakarta, KompasOtomotif - PT Astra Honda Motor (AHM) berhasil meraih penghargaan Contact Center Service Excellence Award 2014 dari majalah Service Excellence (SE) bekerjasama dengan Carre-Center for Customer Satisfaction and Loyalty (CCSL). Layanan yang dimiliki AHM berhasil meraih penilaian kinerja terbaik dengan nilai "call center service excellence index" tertinggi.

General Manager Honda Customer Care Center AHM, Istiyani Susriyati, mengatakan, layanan ini menjadi jembatan penghubung efektif antara konsumen dengan produsen sejak 2004. “Penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen Honda di seluruh Indonesia”, ujarnya dalam keterangan resmi, (3/4/2014).

Penghargaan ini dinilai dengan metode "mystery calling" periode Juli-Desember 2013. Ada tiga unsur utama penilaian, yakni akses (accessibility, availability, dan connection speed), sistem dan prosedur (system, enjoying, dan service standard consistency), serta sumber daya manusia (softdan hard skill).

Minggu, 17 Agustus 2014

Fungsi Kaca Spion Mau Dihapus di AS

Detroit, KompasOtomotif -- Setelah berhasil mengeluarkan mandatori wajib menggunakan kamera belakang sebagai perlengkapan standar mulai 2018, kini Lembaga Nasional Administrasi  Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya (NHTSA) di Amerika Serikat diusulkan untuk mengeluarkan satu regulasi baru, yaitu mengganti fungsi kaca spion dengan kamera. 

Usulan itu didorong oleh konsorsium yang terdiri dari beberapa merek mobil besar, seperti VW, Toyota, General Motors, dan Tesla, yang meminta regulator untuk memperbolehkan mobilnya menggunakan kamera sebagai pengganti spion.

Selain lebih fleksibel dari segi desain, fungsi kamera sebagai spion juga bisa mengurangi area tak terlihat (blind spot). Sebab, daya tangkap lebih luas, yang menjadi kelemahan spion selama ini.

VW sudah mulai menggunakan teknologi ini pada mobil ultra-iritnya, XL1, tetapi tidak bisa dijual di AS karena tidak memenuhi standar keselamatan di negara itu. Pasalnya, lembaga Standar Keselamatan Kendaraan AS (FMVSS) mewajibkan semua mobil yang dipasarkan memiliki kelengkapan sepasang spion.

Merek lain, Tesla, juga sudah memperkenalkan Model X yang juga sudah menggunakan kamera sebagai pengganti kaca spion.

"Memang hal ini bisa diubah, tapi butuh waktu yang panjang," jelas Elon Musk, Chief Executive Officer Tesla, dilansir Inautonews, Kamis (3/4/2014).

Perkumpulan merek otomotif itu berharap NHTSA mau mengubah regulasi baku yang berlaku saat ini. Honda juga sudah melengkapi Accord 2013 dengan sistem LaneWatch, yang tetap menyediakan spion. Namun, tetap dilengkapi dengan kamera yang berguna memantau adanya kendaraan lain yang masuk dalam blind spot dan menginformasikan kepada pengemudi.

Jumat, 15 Agustus 2014

Rossi Tetap di Yamaha hingga Musim 2015

Losail, KompasOtomotif - Valentino Rossi mengisyaratkan tetap menjadi penunggang andalan tim Yamaha Motor Racing di ajang MotoGP musim depan. Juara dunia 4 kali bersama Yamaha ini (2004, 2005, 2008, dan 2009), mengatakan, sepeda motor favoritnya sepanjang masa adalah Yamaha M1.
“Saya pikir saya akan terus di Yamaha. Saya tidak pernah berpikir untuk berhenti, sekarang saya sedang dalam performa bagus dan di atas itu semua balapan memberikan kesenangan. Itu adalah sesuatu paling menyenangkan dalam hidup. Saya mencintai dunia ini dan saya mencintai kehidupan menjadi pebalap MotoGP, berlatih keras dan bisa keliling dunia. Selama saya kompetitif, saya harap akan terus berlanjut,” ungkap Rossi, seperti dilansir MotoGP.com, Rabu (2/4/2014).
Selama beberapa bulan sebelumnya Rossi terus mengatakan, level kompetisi yang bisa ia suguhkan di awal-awal musim 2014 akan menentukan keputusannya tetap berlaga di MotoGP. Sejak kembali ke Yamaha pada 2013, ia sukses naik enam podium sepanjang musim. Kiprah di musim ini pun dimulai meyakinkan, menduduki posisi kedua di belakang juara dunia musim lalu, Marquez di Qatar.
“Sekarang kuncinya melihat seberapa kompetitif kami di Texas dan Argentina, sekaligus memperhatikan apa bisa lebih baik dari 2013. Tahun lalu seri Qatar berjalan cukup mulus, tapi tahun ini runner-up hasil yang bagus. Saya telah menjalani level terbaik selama karir saya namun kini kondisinya semakin sulit. Kami tahu merebut gelar juara dunia sangat sulit, tapi jika kami selalu berada di depan setiap pekan, sudah lebih baik,” imbuhnya.
Ketika ditanya siapa yang paling berpeluang memenangi titel jawara MotoGP 2014, Rossi menjawab dengan nada berkelakar, “Saya pikir Marquez akan kembali menjadi juara, saya akan coba memberikannya sedikit keberuntungan”.

Kamis, 14 Agustus 2014

BMW Garap Sedan Setara Rolls Royce Phantom

Munich, KompasOtomotif - Pasang surut kondisi ekonomi Eropa tidak banyak berpengaruh buat BMW, buktinya pengembangan terus melaju pesat. Setelah memperkenalkan klan baru, Seri 2 dan 4 yang termasuk terobosan model berpenggerak roda depan, kini dikabarkan tengah menggarap model super premium, Seri 9. Sedan ini menjadi model termewah yang pernah dibuat pabrikan raksasa Jerman itu.
Kabar ini pertama kali disiarkan oleh media Jerman, Auto motor und sport, Rabu (2/4/2014). Disebutkan, wujud perdana konsep Seri 9 bakal tampil di Beijing International Automotive Exhibition atau Auto China, 20 April 2014.
Dibangun di atas platform generasi terbaru seri 7 saloon. Dijelaskan juga, arsitekturnya berbagi dengan Rolls Royce Phantom 2016. Belum ada informasi soal bentuk bodi, namun gambaran terdekat bisa ditinjau dari model kupe BMW Pininfarina Gran Lusso V12 yang pernah mejeng di Concorso d’Eleganza Villa d’Este. Model mobil premium 2-pintu, mengusung filosofi yang mirip dengan lambang kemewahan Mercedes-Benz, S-Class.
Saat ini semua pendapat bisa saja dilemparkan. Menilik metode penamaan yang selalu menggunakan angka ganjil, seharusnya Seri 9 lebih besar dan glamor dari Seri 7. Bila menuai banyak respons bagus, ada indikasi pemasarannya berbarengan dengan penerus Rolls Royce Phantom 2016 yang mengarah ke pembeli mobil mewah tradisional. Sementara Seri 9 menggoda konsumen kaya raya yang ingin tampil lebih sporty.